Menikmati Indahnya Kabut di Taman Wisata Papandayan


[Taman Wisata Gunung Papandayan dipadati wisatawan]

SuaraGarut.id - Kabut tipis turun perlahan menyelimuti jalur setapak di kawasan Gunung Papandayan. Aroma belerang yang khas berpadu dengan udara pegunungan yang sejuk, menghadirkan suasana yang sulit ditemukan di tempat lain. Di tengah lanskap vulkanik yang eksotis, langkah para wisatawan terdengar menyatu dengan alam, menciptakan ritme perjalanan yang tenang namun berkesan.

Momentum libur Lebaran menjadi waktu yang paling dinanti bagi para pencinta alam. Setiap harinya, sekitar dua ribu wisatawan memadati kawasan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan. Mereka datang dari berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, hingga Banten, membawa tujuan yang sama, melepas penat sekaligus menikmati keindahan alam terbuka.

" Sekitar dua ribuan per hari, wisatawan kita kebanyakan dari Bandung, Jakarta, Banten, itu yang banyak, " kata Manajer Operasional Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, Aminta Kaban di kawasan Gunung Papandayan, Rabu, 26 Maret 2026, melansir Antara.

Sejak H+1 Lebaran, peningkatan jumlah pengunjung mulai terlihat dengan kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski jumlah wisatawan meningkat, karakter kunjungan di Papandayan tetap didominasi oleh aktivitas berjalan kaki. Jalur menuju kawah, hamparan edelweiss, hingga kawasan Hutan Mati menjadi pilihan utama yang menawarkan pengalaman berbeda di setiap langkah.

Kabut yang menggantung rendah di sekitar kawah menciptakan suasana dramatis. Sesekali angin membawa kabut bergerak perlahan, membuka pemandangan perbukitan yang hijau, lalu menutupnya kembali dalam selimut putih. Momen ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin merasakan sensasi berjalan di antara awan.

" Cenderung liburan ini semua hiking, untuk yang berkemah itu masih kecil, " ungkap dia.

Bagi sebagian wisatawan, Papandayan bukan hanya tujuan wisata, melainkan tempat untuk kembali menemukan ketenangan. Sugiana, salah seorang pengunjung, memilih menghabiskan waktu libur sekolah dengan mendaki gunung yang sudah tidak asing baginya.

" Sengaja datang ke sini yang dekat saja untuk 'hiking' karena masih libur sekolah, " ujar Agi Sugiana.

Di kawasan Hutan Mati, pepohonan kering berdiri tegak dengan siluet yang unik, kontras dengan langit yang sering tertutup kabut. Pemandangan ini menghadirkan kesan magis sekaligus reflektif, seolah mengajak setiap pengunjung untuk berhenti sejenak dan menikmati keheningan.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut mencatat bahwa Papandayan menjadi salah satu destinasi favorit, menempati posisi ketiga dari puluhan objek wisata yang ada. Selama libur Lebaran, jumlah kunjungan mencapai 11.131 orang, berada di bawah Pantai Santolo dan Pantai Sayang Heulang yang lebih dulu ramai oleh wisatawan.

Pemerintah daerah menargetkan total kunjungan wisata ke Garut selama musim libur Lebaran dapat mencapai 170 hingga 175 ribu orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 159 ribu. Target ini sejalan dengan semakin tingginya minat masyarakat untuk berwisata di alam terbuka.

Di tengah meningkatnya jumlah kunjungan, Papandayan tetap menawarkan pengalaman yang tidak tergantikan. Kabut yang datang dan pergi, jalur pendakian yang bersahabat, serta panorama alam yang terus berubah menjadikan setiap kunjungan terasa berbeda. Bagi banyak orang, keindahan Papandayan bukan hanya untuk dilihat, tetapi untuk dirasakan dalam setiap langkah perjalanan.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka