- Oleh Redaksi
- 20, Mar 2026
SuaraGarut.id — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saepulloh, melaporkan bahwa selama periode Lebaran 2026 terdapat beberapa kejadian, namun tidak berdampak luas terhadap masyarakat.
Salah satu insiden yang terjadi adalah kecelakaan laut yang melibatkan dua orang. Keduanya sempat dilaporkan hilang, namun berhasil ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi selamat.
Selain itu, hujan dengan intensitas cukup tinggi juga menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, di antaranya Kampung Cibuyutan, Kecamatan Banyuresmi, serta wilayah Kecamatan Leles. Meski demikian, Aah menegaskan bahwa banjir tersebut murni disebabkan oleh faktor cuaca.
" Bukan, itu karena hujan deras saja bukan karena pasir, " ucapnya.
Ia menjelaskan, secara umum kondisi wilayah Kabupaten Garut selama libur Lebaran tergolong aman dan kondusif. Tidak terdapat bencana besar yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
" Alhamdulillah, selama lebaran ini tidak ada kejadian bencana seperti pergerakan tanah atau yang lainnya. Ya, secara umum aman, " ujar Aah, Kamis 26 Maret 2026.
BPBD Garut memastikan tidak ada kejadian seperti pergerakan tanah maupun bencana besar lainnya yang mengganggu aktivitas warga selama periode tersebut. Hal ini menunjukkan kondisi kebencanaan di Garut relatif terkendali meskipun sempat terjadi cuaca ekstrem di beberapa wilayah.
Meski demikian, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil.
" Berdasarkan laporan dari BMKG bahwa hujan akan terus terjadi hingga bulan depan, " katanya.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, masyarakat diharapkan tetap berhati-hati, terutama di daerah rawan banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Belum ada komentar.