UNIGA Dorong Inkubasi Desa Wisata Domba Rancabango Lewat Ikon Produk dan Digital Marketing
SuaraGarut.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Garut (UNIGA) melaksanakan kegiatan bimbingan dan pelatihan bagi BUMDes, pelaku UMKM, serta pengelola Desa Wisata Domba di Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Fakultas Ekonomi UNIGA. Program tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Domba melalui penguatan ikon produk, peningkatan kapasitas digital marketing bagi UMKM, serta peningkatan kinerja BUMDes melalui implementasi program inkubasi.
Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan seminar yang berisi bimbingan dan pelatihan bagi pelaku UMKM, BUMDes, perangkat desa, pengelola desa wisata, tokoh masyarakat, serta mahasiswa yang terlibat sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Program tersebut menjadi ruang untuk menggali berbagai permasalahan riil yang selama ini dihadapi pelaku UMKM, mulai dari peningkatan kuantitas maupun kualitas produk sehingga dapat tercipta ikon produk sekaligus sarana promosi yang efisien melalui digital marketing.
Dalam kegiatan tersebut, pelaku usaha juga menyampaikan bahwa keterbatasan kemampuan promosi—baik dalam pembuatan konten maupun pengelolaan media sosial—menjadi salah satu hambatan utama yang membuat produk mereka belum dikenal luas di pasar lokal maupun digital. Hal ini menjadi fokus perhatian tim pengabdian.
Setelah kegiatan seminar, tim UNIGA melanjutkan program dengan memberikan pelatihan teknis serta pendampingan kepada UMKM, khususnya pada aspek digital marketing.
Tim juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja BUMDes melalui program inkubasi untuk mendukung pengembangan desa wisata, sekaligus mendorong terciptanya ikon produk yang dapat menjadi ciri khas serta daya tarik bagi pengunjung.
Sebagai bentuk transfer teknologi, tim PKM membantu pelaku UMKM dalam pembuatan akun media sosial, mengingat selama ini sebagian besar pelaku usaha masih menggunakan grup WhatsApp sebagai sarana promosi produk.
Ke depan, UMKM juga akan mendapatkan pelatihan digital marketing lanjutan agar lebih mandiri dalam mempromosikan produk, sekaligus mengoptimalkan penggunaan berbagai platform digital seperti Facebook, Instagram, dan kanal lainnya sebagai sarana pemasaran produk lokal.
Tim PKM menyebutkan bahwa pendekatan produksi dan promosi yang terintegrasi menjadi salah satu kunci keberhasilan UMKM. “Dengan teknologi digital, kemampuan promosi akan lebih luas dan efisien untuk meningkatkan skala dan jangkauan usahanya,” ujarnya.
Masyarakat dan pelaku usaha menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai pendampingan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang berkembangnya usaha lokal menjadi produk unggulan desa.
Ke depan, pelaku usaha menargetkan peningkatan kapasitas produksi, penguatan branding, perbaikan desain kemasan, serta perluasan pasar melalui kanal online maupun kemitraan dengan ritel modern dan toko oleh-oleh di Garut.
Program pengabdian ini diharapkan menjadi langkah awal menuju terbentuknya ekosistem UMKM yang lebih berdaya saing sekaligus mendukung pembangunan ekonomi desa melalui penguatan ikon produk dan pemasaran berbasis digital.
(Penulis: Hani Siti Hanifa)
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.