Peringati Harlah NU ke-103 di Pasirwangi, Pemkab Garut Ajak Warga Nahdliyin Sinergi Bangun Daerah
SuaraGarut.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengapresiasi peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan merawat tradisi Islam yang moderat (wasathiyah). Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) NU yang dilaksanakan di Lapangan Desa Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jum'at (23/1/2026).
Staf Ahli Bupati Garut, Maskut Farid, yang hadir mewakili Pemerintah Daerah, menyampaikan bahwa tema Harlah tahun ini, "Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat, untuk Garut Hebat Maslahat", sangat relevan dengan upaya percepatan pembangunan daerah di bidang pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.
"Pemerintah Daerah menyadari bahwa peran NU tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga sangat besar dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di pendidikan, kesehatan, dan penguatan nilai-nilai persatuan di masyarakat," ujar Maskut dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya peran NU sebagai benteng moral di era digital untuk menangkal isu provokatif dan hoaks.
"Di tengah tantangan zaman dan era digital, saya berharap NU tetap menjadi benteng moral bagi generasi muda dan terus konsisten memupuk semangat persatuan, menghindari isu provokatif, dan juga hal-hal yang bersifat hoaks," tambahnya.
Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut, KH. Atjeng Abdul Wahid, menegaskan pentingnya inklusivitas dalam berorganisasi. Ia meminta seluruh pengurus di tingkat ranting, anak ranting, hingga Majelis Wakil Cabang (MWC) untuk tidak membuat sekat dengan masyarakat di luar NU.
"Nahdlatul Ulama mah kedah tiasa sasarengan (harus bisa bersama-sama), muhun (iya), sareng anu dipayuneun urang (dengan yang di depan kita), sareng anu dipengkereun urang (dengan yang di belakang kita), anu aya di palih kanan urang (yang ada di sebelah kanan kita), aya di palih kiri urang (ada di sebelah kiri kita), itu sami-sami saderek wargi urang (itu sama-sama saudara warga kita)," tegas Ketua PCNU Garut.
Ia menambahkan bahwa perbedaan adalah modal untuk fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan). Terkait rangkaian Harlah NU 100 Tahun versi Masehi di Kabupaten Garut, Ia menjelaskan bahwa kegiatan di Pasirwangi ini merupakan titik awal sebelum menuju rangkaian acara berikutnya.
"Dilanjut nanti tanggal 26 di SOR, sekaligus pembukaan Musyawarah Kerja dari per-MWC itu harus mengikuti 5 orang untuk mengikuti Musyawarah Kerja," jelasnya.
PCNU Garut juga menginstruksikan kepada sekitar 2.800 kader yang telah lulus pendidikan dasar untuk hadir dalam Apel Kader yang akan digelar pada 29 Januari 2026 di Masjid Al Jabbar Mekarmukti. Terlebih, acara tersebut akan dihadiri oleh perwakilan dari Pengurus Besar (PB) maupun Pengurus Wilayah (PW) NU.***
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.