Longsor Cisarua Tinggalkan Duka, Puluhan Warga Mengungsi dan Keluarga Dilaporkan Hilang
SuaraGarut.id - Bencana tanah longsor yang melanda wilayah Cisarua menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak. Salah satunya dirasakan oleh Wawa (40), warga Pasar Kuda RW 10, yang rumahnya berada di bagian atas area longsoran dan mengalami dampak paling parah.
Menurut Wawa, jumlah warga yang mengungsi hingga saat ini diperkirakan telah mencapai lebih dari 100 orang. Namun, bantuan logistik yang diterima masih sangat terbatas. Hingga kini, bantuan makanan berat baru diterima satu kali, ditambah distribusi makanan ringan pada siang hari.
“Longsornya terjadi dua kali. Yang paling besar itu di kejadian kedua, sekitar pukul 02.30 WIB,” ujar Wawa saat ditemui di lokasi pengungsian.
Ia menjelaskan bahwa kawasan permukiman di bagian atas menjadi titik terparah. Banyak rumah warga yang hilang dan rata dengan tanah akibat tertimbun material longsor. Bahkan, sejumlah korban yang hingga kini belum ditemukan merupakan kerabat dekatnya.
“Anggota keluarga saya yang hilang ada lebih dari 10 orang. Sampai sekarang belum diketahui keberadaannya,” katanya dengan suara bergetar.
Sementara itu, di bagian bawah lokasi longsor, sejumlah rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius akibat terjangan material tanah dan bebatuan.
Wawa menuturkan, situasi mencekam terjadi saat longsor kedua berlangsung pada dini hari. Suara gemuruh dari atas bukit membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan diri.
“Waktu dengar gemuruh yang kedua, banyak yang menjerit. Saya langsung kabur menyelamatkan diri,” ungkapnya.
Ia bersama warga lainnya akhirnya berhasil mengungsi ke desa sekitar pada pukul 05.00 WIB untuk mencari lokasi yang lebih aman dari ancaman longsor susulan.
Terkait kebutuhan pengungsi, Wawa menyebutkan bahwa saat ini perlengkapan bayi menjadi kebutuhan yang paling mendesak. Mulai dari pakaian bayi, popok (pampers), hingga kebutuhan dasar lainnya yang sangat dibutuhkan di lokasi pengungsian.
“Kalau untuk orang dewasa, kebutuhan utamanya alat mandi, makanan, dan penghangat badan seperti selimut, matras, serta jaket,” jelasnya.
Para pengungsi berharap adanya perhatian lebih dari berbagai pihak, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar, serta percepatan upaya pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang akibat bencana longsor tersebut.
Sumber Antara
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.