Pemkab Garut Siapkan Rest Area dan Balik Gratis untuk Pemudik Lebaran
SuaraGarut.id – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mempersiapkan berbagai langkah untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Koordinasi lintas sektor dilakukan guna memastikan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Garut selama periode mudik.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Satria Budi, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, serta Korlantas Polri terkait pengaturan arus mudik. Persiapan teknis, baik dari sisi personel maupun sarana prasarana, telah dikoordinasikan bersama Polres Garut dan berbagai pihak terkait.
“Alhamdulilah secara teknis Kabupaten Garut sudah siap melayani masyarakat Kabupaten Garut yang ingin mudik khususnya ke wilayah Kabupaten Garut maupun ke lintasan masyarakat yang melalui Kabupaten Garut," ujar Satria Budi saat diwawancarai di Kantor Dishub Garut, Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (12/3/2026).
Ia memprediksi peningkatan volume kendaraan akan mulai terlihat pada Jumat sore, 13 Maret 2026, bertepatan dengan dimulainya masa libur Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
"Hasil koordinasi kami dengan pihak Polres Garut, beberapa stakeholder kita siapkan untuk tanggal 13 untuk arus mudik tahap pertama. Untuk arus mudik tahap kedua mungkin untuk tanggal 18-19 (Maret), di puncaknya karena menghadapi berdekatan dengan hari raya," lanjutnya.
Untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah fasilitas milik negara seperti kantor desa dan sekolah untuk dijadikan tempat beristirahat sementara.
"Masyarakat pemudik yang akan melalui Kabupaten Garut atau pemudik yang akan melewati Kabupaten Garut itu bisa mempergunakan fasilitas-fasilitas negara yaitu fasilitas kantor, desa, sekolah, dan segala macam itu bisa dimanfaatkan," ucapnya.
Selain itu, Pemkab Garut melalui Dishub kembali menghadirkan program balik gratis bagi masyarakat. Program tersebut disediakan untuk 240 orang dengan tujuan Jakarta, Bekasi, dan Bogor. Menurut Satria, program ini mendapatkan respons positif dari masyarakat.
“Jadi sementara ini, per hari ini untuk ke Jakarta sudah full. Yang ke Bekasi tinggal 16 lagi, yang ke Bogor sudah full," tuturnya.
Untuk membantu masyarakat memantau kondisi lalu lintas secara langsung, Dishub Garut juga menyediakan layanan 21 titik CCTV yang terhubung dengan aplikasi Garut Hebat Super Apps milik Pemerintah Kabupaten Garut.
Di sisi lain, pemerintah juga mengambil langkah strategis untuk mengurangi potensi kemacetan di jalur utama dengan melakukan intervensi terhadap operasional delman atau andong. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemkab Garut telah menyiapkan kompensasi bagi 477 unit andong dan enam becak yang beroperasi di jalur provinsi dan nasional, termasuk di kawasan Kadungora, agar tidak beroperasi selama tujuh hari.
"Itu diintervensi oleh Pemerintah Provinsi dan Insyaallah ini secara simbolis akan diserahkan pada hari Sabtu oleh Pemerintah Provinsi. Untuk besaran sendiri dari Pemerintah Provinsi itu 200 ribu perhari perorang,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Satria Budi juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum berangkat.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan, seperti mematikan aliran listrik dan gas. Ia juga mengingatkan pemudik agar selalu mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama perjalanan mudik.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.