Beranda Jelang Lebaran 2026, Garut Siagakan Operasi Ketupat Lodaya untuk Amankan Arus Mudik

Jelang Lebaran 2026, Garut Siagakan Operasi Ketupat Lodaya untuk Amankan Arus Mudik

Oleh, Redaksi
3 jam yang lalu - waktu baca 3 menit
Operasi Ketupat Lodaya 2026 Dimulai, Garut Siaga Sambut Arus Mudik Lebaran

SuaraGarut.id – Pemerintah Kabupaten Garut bersama jajaran TNI dan Polri menyatakan kesiapan dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Upacara Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Lapangan Markas Polres Garut, Kecamatan Karangpawitan, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan apel ini menjadi simbol kesiapan lintas sektor dalam memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan bahwa Kabupaten Garut diperkirakan akan menerima lebih dari tiga juta pemudik pada tahun ini. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak sejak beberapa waktu lalu.

"Nah kita kemarin menyiapkan ada 4 titik di mana ada PUPR, BPBD itu menyiapkan timnya termasuk damkar untuk selalu siaga menghadapi kalau ada bencana. Terutama tadi diperkirakan bahwa pada bulan ini, pada akhir bulan ini masih ada hujan yang banyak, yang dikhawatirkan akan menimbulkan bencana khususnya bencana banjir," ungkapnya.

Selain fokus pada kesiapan infrastruktur dan mitigasi bencana, pemerintah daerah juga memperhatikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting di masyarakat menjelang Lebaran.

"Kita juga akan melakukan survei, kita akan melakukan operasi pasar murah alhamdulilah bersama dengan Kapolres, Dandim, kita melakukan operasi pasar supaya menjamin ketersediaan bahan pokok di masyarakat. Meskipun harganya memang sudah biasa agak naik, tapi tetap menurut kami masih terkendali," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan adanya kebijakan khusus berupa pemberian insentif kepada kusir andong, pengemudi ojek, dan becak yang berada di jalur utama mudik.

"Dan juga tadi disampaikan oleh Pak Kapolres kita ada kerja sama dengan Pemerintah Provinsi terkait dengan memberikan insentif kepada para andong, ojek, becak, dan yang lainnya supaya mereka bisa berhenti pada hari yang telah ditetapkan. Sekarang ada 7 hari pak, ada tambahan. Dan biayanya ada dua sumbernya dari APBD provinsi dan APBD Kabupaten Garut," lanjutnya.

Selain itu, Bupati juga telah menginstruksikan para camat untuk menyediakan rest area di kantor kecamatan yang berada di jalur strategis. Dinas Kesehatan juga diminta menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan, khususnya puskesmas yang berada di jalur mudik.

Syakur juga menegaskan kepada Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR agar memastikan penerangan jalan umum berfungsi dengan baik serta mempercepat penyelesaian perbaikan jalan darurat agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Sementara itu, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, kemudian dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) selama lima hari.

"Yang pertama kami mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalulintas, dibikinkanlah pos pam, pos pelayanan dan sebagainya," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan di kawasan pasar tumpah, pihak kepolisian akan memasang water barrier agar kendaraan tidak parkir di bahu jalan. Pengamanan juga akan diperketat di sejumlah titik wisata dan lokasi ziarah makam yang biasanya ramai dikunjungi selama libur Lebaran.

"Kemudian di pasar-pasar yang besar kami juga mengimbau biar tetap lancar arus lalu lintas dengan memberikan water barrier disitu biar nanti masyarakat tidak parkir pas di depan pasar. Jadi kalau mengantisipasi air hujan, genangan air yang menyebabkan kemacetan ya kami juga berkoordinasi untuk menyetop itu, dari Pemda punya alat penyedot air," tuturnya.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya tahun ini, Polres Garut menurunkan sebanyak 1.747 personel yang juga melibatkan anggota Brimob untuk mengamankan arus mudik dan arus balik di wilayah Kabupaten Garut.***

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.