- Oleh Redaksi
- 09, Mar 2026
Jakarta, SuaraGarut.id - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan paket stimulus ekonomi untuk menggairahkan perekonomian Indonesia di tiga bulan terakhir tahun 2025. Program ini diberi nama 8+4+5, yakni 8 program stimulus cepat di 2025, 4 program lanjutan hingga 2026, serta 5 program penciptaan lapangan kerja.
Anggaran sebesar Rp16,23 triliun disiapkan pemerintah untuk membiayai delapan stimulus di sisa waktu 2025. Targetnya, program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 5,2 persen pada tahun 2025.
"Program paket ekonomi terdiri dari 8 program akselerasi 2025 dan 4 program lanjutan di 2026 dan 5 program andalan pemerintah jangka panjang," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025).
Salah satu stimulus yang langsung dirasakan masyarakat adalah kebijakan PPh 21 ditanggung pemerintah (DTP) untuk pekerja di sektor padat karya dan pariwisata. Dengan kebijakan ini, pajak pekerja di sektor tersebut akan dibayarkan langsung oleh negara.
Ada sekitar 552 ribu pekerja dengan gaji di bawah Rp10 juta yang akan mendapat manfaat. Mereka berasal dari industri padat karya seperti alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, kulit dan barang kulit, serta dari sektor pariwisata seperti hotel, restoran, dan kafe. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp120 miliar untuk 2025 dan Rp480 miliar untuk 2026.
Selain itu, pemerintah juga meluncurkan program gaji untuk lulusan baru perguruan tinggi yang mengikuti magang di sektor industri. Mereka akan menerima uang saku setara upah minimum regional (UMR) selama enam bulan. Sebanyak 20 ribu lulusan baru ditargetkan bisa mengikuti program ini.
Pemerintah pun memberikan diskon 50 persen iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja lepas bukan penerima upah, seperti pengemudi ojek online, sopir, kurir, dan pekerja logistik. Diskon ini berlaku untuk iuran jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
Berikut daftar stimulus ekonomi yang disiapkan:
8 Stimulus di 2025
Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi - Rp198 miliar
Perluasan PPh 21 DTP untuk Pekerja Pariwisata - Rp120 miliar
Bantuan Pangan - Rp7 triliun
Bantuan Iuran JKK dan JKM bagi pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) - Rp36 miliar
Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan BPJS Ketenagakerjaan - Rp150 miliar
Padat Karya Tunai Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR - Rp5,3 triliun
Percepatan Deregulasi PP 28 (Integrasi Sistem K/L & RDTR Digital ke OSS) - Rp175 miliar
Program Perkotaan (Pilot Project DKI Jakarta): Peningkatan kualitas permukiman dan penyediaan tempat untuk gig economy - Rp2,7 triliun
4 Program Dilanjutkan 2026
Perpanjangan pemanfaatan PPh Final 0,5% bagi Wajib Pajak UMKM tahun 2026
Perpanjangan PPh 21 DTP untuk pekerja sektor pariwisata
PPh Pasal 21 DTP untuk pekerja industri padat karya
Program diskon iuran JKK dan JKM untuk pekerja BPU
5 Program Penyerapan Tenaga Kerja
Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Replanting di perkebunan rakyat
Kampung Nelayan Merah Putih
Revitalisasi Tambak Pantura
Modernisasi kapal nelayan
***
Sumber Detik.com
Belum ada komentar.