Beranda Masih Banyak Sampah di Drainase Pemda dan Saluran Irigasi, Anggota DPRD Garut Ajak Warga Lebih Peduli Lingkungan

Masih Banyak Sampah di Drainase Pemda dan Saluran Irigasi, Anggota DPRD Garut Ajak Warga Lebih Peduli Lingkungan

Oleh, Redaksi
2 hari yang lalu - waktu baca 2 menit
Aksi bersih-bersih sampah di dekat Kantor PLN Garut/IST

SuaraGarut.id – Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yuda Puja Turnawan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap persoalan sampah yang masih menjadi masalah serius di wilayah perkotaan hingga permukiman. Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan bersih-bersih lingkungan yang digelar pada Minggu, 1 Februari 2026, di sejumlah titik di Kabupaten Garut.

Kegiatan tersebut melibatkan kader PDI Perjuangan, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, UPT PUPR Tarogong Kidul, Satpol PP Garut, BPBD Garut, komunitas Abah Muda Pemuda Akhir Jaman, Presiden RRG, serta masyarakat setempat. Aksi dimulai dari pembersihan drainase perkotaan di depan Kantor Bupati Garut, area Bapenda Garut, STIE Yasa Anggana, hingga saluran irigasi Ciroyom di samping Kantor PLN Tarogong, RW 09 Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul.

Yuda menyebutkan, di saluran irigasi Ciroyom yang melintasi Jalan Otista Garut ditemukan tumpukan sampah plastik dalam jumlah besar. Kondisi tersebut, menurutnya, terjadi akibat masih adanya warga yang membuang sampah sembarangan, khususnya ke aliran irigasi dan sungai.

“Dalam waktu kurang dari dua jam, seluruh sampah di irigasi Ciroyom berhasil dibersihkan berkat sinergi antara Baguna PDI Perjuangan Kabupaten Garut, BPBD Garut, Dinas Lingkungan Hidup, dan UPT PUPR Tarogong Kidul,” ujar Yuda Puja Turnawan.

Usai membersihkan saluran irigasi, kegiatan dilanjutkan ke Jalan Ibrahim Adjie yang dikenal sebagai salah satu landmark baru Kota Garut. Di sepanjang jalan tersebut, para peserta kembali menemukan banyak sampah yang dibuang di parit-parit jalan. Aksi bersih-bersih berlangsung hingga sore hari dengan total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai satu truk dan dua unit kendaraan pikap.

“Jalan Ibrahim Adjie ini sangat indah, tapi sayangnya masih banyak sampah di parit-paritnya. Ini menunjukkan bahwa kesadaran sebagian warga untuk tidak membuang sampah sembarangan masih perlu terus ditingkatkan,” katanya.

Lebih lanjut, Yuda menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah. Ia mengungkapkan keterbatasan kemampuan keuangan daerah yang berdampak pada pengelolaan persampahan, termasuk belum optimalnya kesejahteraan petugas kebersihan.

“Saat ini Dinas Lingkungan Hidup belum mampu menggaji sekitar 237 relawan petugas kebersihan. Sementara PPPK paruh waktu di Dinas PUPR hanya digaji sekitar Rp700 ribu per bulan dan jumlah sumber daya manusianya juga terbatas,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Yuda mengajak masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah masing-masing serta tidak bersikap acuh terhadap sampah di lingkungan sekitar. Ia menekankan pentingnya kepedulian kolektif, termasuk mengambil sampah yang ditemukan dan membuangnya ke tempat penampungan sementara (TPS) terdekat.

Selain kepada masyarakat, Yuda juga meminta pemerintah daerah untuk mengoptimalkan manajemen pengangkutan dan pengelolaan persampahan di Kabupaten Garut, termasuk dengan memperhatikan kesejahteraan para relawan petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup.

“Yang paling utama, mari kita mulai dari diri sendiri. Jangan buang sampah sembarangan. Kalau kita peduli, Garut bisa lebih bersih dan nyaman untuk semua,” pungkasnya.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.