Beranda 70 Ribuan Warga Garut Tidak Dapat Layanan PBI, Bupati Tegaskan Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan

70 Ribuan Warga Garut Tidak Dapat Layanan PBI, Bupati Tegaskan Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan

Oleh, Redaksi
3 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Apel Gabungan Pemkab Garut, Bupati Minta Layanan Kesehatan Tetap Jalan di Tengah Penghapusan PBI

SuaraGarut.id – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memimpin Apel Gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut yang digelar di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Senin (9/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyoroti isu penghapusan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan serta menekankan pentingnya etos kerja aparatur sipil negara, khususnya di bulan Ramadan.

Syakur menyampaikan kekhawatirannya terkait pencoretan sekitar 70.000 warga Kabupaten Garut dari daftar penerima PBI oleh pemerintah pusat pada akhir Januari lalu. Menurutnya, jumlah tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dinamika di lapangan, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada layanan kesehatan gratis.

"Ini bukan jumlah yang sedikit. Di bayangan saya pasti akan banyak dinamika di lapangan. Saya minta Dinas Kesehatan juga Puskesmas-Puskesmas untuk tetap bisa melayani masyarakat karena itu adalah pelayanan dasar," ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Garut telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial guna memperoleh data rinci warga yang terdampak penghapusan PBI. Ia menjelaskan bahwa meskipun terjadi pengurangan jumlah penerima, pemerintah daerah terus berupaya mengajukan kembali kepesertaan bagi warga yang memenuhi syarat.

"Tapi yang pasti bahwa kita harus segera merespons dinamika di masyarakat. Di balik kesedihan kita tadi berkurang 70 ribu, tapi secara kumulatif totalnya ini Bapak/Ibu, ketika kita dikurangi kita mengajukan banyak. Tetap mengajukan, yang namanya ikhtiar ya coba saja ajukan," lanjutnya.

Selain itu, memasuki bulan Ramadan, Bupati Garut mengingatkan seluruh ASN agar tetap menjaga disiplin dan kualitas pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa ibadah puasa seharusnya menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja, bukan sebaliknya.

"Jadi tidak berarti bulan puasa menjadi malas, tidak serius, tidak disiplin, tidak sungguh-sungguh, malah merupakan momentum yang baik," ungkapnya.

Bupati menutup arahannya dengan mengapresiasi berbagai upaya perbaikan kinerja yang telah dilakukan oleh jajaran Pemkab Garut, termasuk optimalisasi sistem administrasi pemerintahan. Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk tidak cepat berpuas diri karena tantangan pembangunan ke depan masih membutuhkan kerja keras dan kolaborasi yang kuat.***

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.