Pelantikan PD BKMM-DMI Garut, Dr. Hj Hilma Mimar Tegaskan Komitmen Bangun Peradaban Umat
SuaraGarut.id – Ketua Pengurus Daerah Badan Koordinasi Majlis Ta’lim Masjid (PD BKMM) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Garut, Dr. Hj. Neng Hilma Mimar, S.Ag, S.Pd.I, M.M.P., menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran majlis ta’lim sebagai pilar peradaban umat dalam momentum pelantikan pengurus BKMM Kabupaten Garut yang digelar di Masjid Agung Garut.
Pelantikan pengurus BKMM Garut langsung dilantik oleh Ketua PW BKMM (Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid - Dewan Masjid Indonesia) Provinsi Jawa Barat Hj. Lina Marlina yang juga merupakan istri dari mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.
Kegiatan pelantikan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimda, Ketua MUI, Ketua DMI, para alim ulama, para ketua majlis ta’lim, serta tamu undangan lainnya.
Hj Hilma Mimar menyampaikan bahwa amanah yang diterimanya bukan sekadar jabatan organisatoris, melainkan tanggung jawab dakwah dan perjuangan membangun umat.
“Hari ini saya berdiri bukan karena kemampuan pribadi, tetapi karena amanah yang telah dipercayakan oleh keluarga besar BKMM Kabupaten Garut. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab dakwah dan tanggung jawab peradaban,” ujarnya saat diwawancarai awak media.
Ia menegaskan, majlis ta’lim merupakan benteng akhlak umat, sementara masjid adalah pusat peradaban. Karena itu, BKMM harus menjadi simpul koordinasi agar gerakan dakwah di Kabupaten Garut berjalan terarah dan saling menguatkan.
Visi dan Strategi BKMM
Dalam kesempatan tersebut, Hj Hilma memaparkan visi BKMM ke depan, yakni terwujudnya majlis ta’lim masjid yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan berdaya dalam membangun peradaban umat.
Untuk merealisasikan visi tersebut, terdapat sejumlah strategi prioritas yang akan dijalankan.
Pertama, penguatan manajemen dan tata kelola majlis ta’lim melalui pendataan dan pemetaan seluruh majlis ta’lim di Kabupaten Garut, standarisasi administrasi, serta pelatihan manajemen dakwah dan kepemimpinan perempuan.
“Kita ingin dakwah tidak hanya dilandasi niat baik, tetapi juga dikelola dengan tata kelola yang baik dan profesional,” katanya.
Kedua, penguatan ideologi dan moderasi beragama. BKMM, lanjutnya, harus menjadi penjaga akidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan penyebar Islam yang rahmatan lil ‘alamin, serta mampu menjadi penyejuk dalam dinamika sosial kemasyarakatan.
Ia juga menegaskan bahwa BKMM bersifat independen dan tidak menjadi alat politik praktis. Namun demikian, organisasi tetap siap bersinergi dengan pemerintah dalam kebijakan yang berpihak pada pendidikan agama, pemberdayaan perempuan, dan penguatan akhlak generasi muda.
Ketiga, pemberdayaan ekonomi majlis ta’lim melalui pengembangan UMKM binaan, pelatihan kewirausahaan syariah, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Perempuan yang berilmu dan mandiri akan melahirkan generasi yang kuat,” ucapnya.
Keempat, digitalisasi dakwah dengan mendorong majlis ta’lim aktif di media sosial, memiliki konten dakwah yang terarah, serta melahirkan dai dan daiyah digital.
“Generasi muda hari ini berada di dunia digital. Jika majlis ta’lim tidak hadir di sana, maka ruang itu akan diisi oleh yang lain,” tegasnya.
Kelima, penguatan kaderisasi dan regenerasi melalui program pembinaan dai muda, pelibatan remaja masjid, serta pelatihan kepemimpinan dan public speaking.
Ia pun memohon doa dan dukungan agar kepengurusan yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan ikhlas, amanah, profesional, dan istiqamah.
Pelantikan pengurus BKMM Kabupaten Garut ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran majlis ta’lim dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.***

0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.