Beranda Pastikan Harga Terkendali, Bupati Garut Sidak Bapokting di Pasar Guntur

Pastikan Harga Terkendali, Bupati Garut Sidak Bapokting di Pasar Guntur

Oleh, Redaksi
1 hari yang lalu - waktu baca 3 menit
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan monitoring langsung terhadap harga dan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) menjelang bulan suci Ramadan di Pasar Guntur Ciawitali, Kecamatan Tarogong Kidul/Diskominfo Kab. Garut

SuaraGarut.id – Menjelang bulan suci Ramadan, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin turun langsung memantau harga dan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) di Pasar Guntur Ciawitali, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan monitoring tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana, Kepala Disperindag ESDM Ridwan Effendi, serta jajaran perangkat daerah lainnya. Pemerintah daerah ingin memastikan pasokan tetap aman di tengah potensi peningkatan permintaan masyarakat menjelang munggahan dan Lebaran.

Bupati Garut menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan harga tetap terjangkau dan stok tersedia. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga.

"Sehingga bagi kami, kami tugaskan Pak Kadis untuk terus monitoring dan menjadi solusi. Dan tadi disampaikan oleh Pak Oping, ketika harga, saya minta dijadikan referensi sebelumnya. Jadi kalau harga itu usahakan tahun ini harga tidak lebih dari tahun kemarin," ungkapnya.

Syakur juga meminta Dinas Pertanian untuk berkoordinasi dengan para petani unggulan guna memastikan ketersediaan pasokan lokal, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas di tengah tantangan alih fungsi lahan.

"Meskipun sebetulnya juga unik ya, mestinya kita sebagai produsen ya ada disini, terpenuhi disini, nanti juga saya minta Dinas Pertanian sama itu mengumpulkan champion-champion untuk meminta mereka untuk menjamin ketersediaan bahan pokok penting di Kabupaten Garut terutama yang menjadi produsen kita, di mana kita menjadi produsen utama dari produk tersebut," lanjutnya.

Terkait kenaikan harga sejumlah komoditas, Bupati menilai hal tersebut sebagai konsekuensi dari hukum ekonomi akibat lonjakan permintaan. Namun, ia mengingatkan agar tidak terjadi spekulasi berlebihan.

"Tapi kita edukasi supaya jangan berlebihan, karena ini juga jadi atensi dari semua Presiden Prabowo, yang mewanti-wanti, Pak Mendagri mewanti-wanti supaya kita menjaga stabilitas harga produk bahan pokok penting," lanjutnya.

Ia juga menyebutkan bahwa penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam waktu dekat diharapkan mampu membantu menjaga stabilitas harga, khususnya komoditas beras.

Kepala Disperindag ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, membenarkan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas sayuran seperti cabai merah, bawang merah, cabai merah keriting, dan tomat. Meski demikian, ia memastikan ketersediaan stok masih aman.

"Tapi pada prinsipnya Pak Bupati hari ini memastikan ketersediaan stok di Pasar Guntur dan pasar yang lain pada umumnya semuanya aman tersedia. Jadi masyarakat harus tenang saja, barangnya ada banyak, perkembangan harga walaupun ada kenaikan tapi masih stabil," jelas Ridwan.

Ia menambahkan bahwa Pemkab Garut juga merencanakan penataan kawasan pasar setelah Idulfitri mendatang.

Sementara itu, pemilik PD Dara Rawit, Haji Oping, mengungkapkan pihaknya terus mendatangkan pasokan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia menyebut harga cabai merah saat ini berada di kisaran Rp40.000–Rp43.000 per kilogram dan berpotensi meningkat saat puncak permintaan.

"Sekarang posisinya di atas 43 40 (ribu), ada naik menghadapi munggahan ini. Biasanya sampai 100 ribu, 80 ribu, 70 ribu, itu cabe merah. Bawang merah bakal terjadi antara 32 40 (ribu), bawang merah itu akan terjadi dikarenakan barang kurang cukup, mengambil dari luar. Harga normal itu 20 23 (ribu), 40 50 (ribu) bisa terjadi," pungkasnya.***

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.