Macan Tutul Penyerang Warga di Pacet Jalani Rehabilitasi Intensif di Taman Satwa Cikembulan
SuaraGarut.id – Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) yang sempat masuk ke permukiman dan menyerang warga di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, kini tengah menjalani masa rehabilitasi dan karantina di Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Satwa dilindungi tersebut ditangani untuk memulihkan kondisi fisik dan mentalnya sebelum diputuskan dapat kembali dilepasliarkan ke alam.
Manajer Taman Satwa Cikembulan, Rudi Arifin, menjelaskan bahwa macan tutul tersebut masih berada dalam tahap observasi intensif sejak pertama kali tiba di lokasi rehabilitasi.
Ia menyampaikan bahwa satwa tersebut diamankan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat setelah masuk ke wilayah permukiman warga di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, pada Kamis (5/2).
Selanjutnya, macan tutul berjenis kelamin jantan itu dititipkan ke Taman Satwa Cikembulan karena menunjukkan kondisi stres disertai luka.
Menurut Rudi, saat pertama kali tiba, kondisi macan tutul tersebut membutuhkan penanganan khusus sehingga langsung ditempatkan di kandang karantina untuk mendapatkan perawatan medis.
Selama masa karantina, tim dokter hewan dan tenaga medis terus memantau perkembangan satwa tersebut setiap hari. Pemantauan meliputi kondisi fisik, pola makan dan minum, serta perubahan perilaku yang dapat menjadi indikator tingkat stres maupun pemulihan.
Ia menambahkan bahwa seluruh perkembangan macan tutul tersebut dilaporkan secara rutin sebagai bagian dari evaluasi penanganan. Fokus utama tim adalah memastikan satwa tersebut tetap bertahan hidup tanpa menghilangkan naluri alaminya sebagai hewan liar.
Apabila kondisi kesehatan dinyatakan membaik, tim dokter hewan akan memberikan rekomendasi terkait kelayakan macan tutul tersebut untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya atau tetap dirawat di kawasan konservasi. Rudi menyebutkan bahwa kondisi gigi taring yang patah serta sejumlah luka menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian tersebut.
Rudi juga mengungkapkan bahwa Taman Satwa Cikembulan telah lama berperan dalam penyelamatan satwa liar. Sebelumnya, dua ekor macan tutul yang diamankan dari kawasan Gunung Syawal pada 2009 dan Gunung Cikuray pada 2010 hingga kini masih hidup dan dalam kondisi sehat di Taman Satwa Cikembulan.***
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.