KDM Siapkan Bantuan Kontrakan Rp10 Juta per KK bagi Pengungsi Longsor Gunung Burangrang
SuaraGarut.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk setiap kepala keluarga (KK) yang terpaksa mengungsi akibat bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi biaya sewa tempat tinggal sementara sekaligus memenuhi kebutuhan hidup para penyintas dalam dua bulan ke depan. Hal itu disampaikan Dedi saat meninjau langsung lokasi terdampak longsor di Bandung Barat, Sabtu.
“Nanti sepuluh jutaan per kepala keluarga untuk ngontrak dulu di mana terserah,” kata Dedi.
Menurutnya, para pengungsi berisiko mengalami tekanan psikologis jika terlalu lama tinggal di posko pengungsian. Oleh karena itu, relokasi sementara dinilai lebih baik bagi kondisi mental dan kesehatan warga.
“Kalau di sini tambah stres jadi penyakit,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, untuk segera menyiapkan alokasi anggaran bantuan bagi para korban.
Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas agar pemerintah daerah dapat lebih fokus pada proses penanganan bencana, khususnya pencarian korban yang masih tertimbun material longsor serta pemulihan pascabencana.
“Per kepala keluarga Rp10 juta untuk cari kontrakan dan bekal hidup selama dua bulan dulu, sehingga kita akan fokus recovery bencananya, menyelesaikan penanganan pencarian korban yang masih tertimbun,” ucapnya.
Terkait perkembangan evakuasi, Dedi menyebutkan hingga saat ini enam korban telah berhasil ditemukan dari lokasi longsor.
“Yang ditemukan tadi tiga, satu lagi jadi empat, kemudian ada dua lagi yang diangkat. Jadi ada enam,” katanya.
Diketahui, longsor terjadi pada Sabtu dini hari di kawasan lereng Gunung Burangrang dan berdampak pada wilayah Kampung Pasir Kuning RT 06 RW 11 serta Kampung Pasir Kuda RT 01 RW 10.
Berdasarkan data Posko Kantor Desa Pasirlangu hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sekitar 30 unit rumah tertimbun material longsoran. Sebanyak 113 jiwa dari 34 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut, dengan lima orang ditemukan meninggal dunia dan 23 orang selamat. Sementara itu, 85 warga lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.***
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.