HJG ke-213 Digelar 18 Februari, Dishub Pastikan Lalu Lintas Tetap Normal
SuaraGarut.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut, Satria Budi, memastikan tidak akan ada rekayasa lalu lintas secara khusus menjelang peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Februari 2026.
Menurutnya, pengaturan arus kendaraan akan dilakukan secara situasional, terutama di sekitar Alun-alun Garut saat pelaksanaan upacara berlangsung.
"Kalau secara khusus saya kira tidak lah, tapi untuk HJG nanti kita lihat situasional saja. Untuk di Alun-alun sendiri mungkin ada beberapa penyekatan ketika penaikan bendera, " kata Satria Budi, Jumat 13 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kemungkinan penutupan jalan hanya dilakukan saat rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Garut.
"Untuk kegiatan lainnya tidak ada rekayasa jalan, kecuali pada saat rapat paripurna di sekitaran kawasan perkantoran Pemda. Ada beberapa ruas jalan yang ditutup seperti di Jalan Proklamasi. Informasinya, penutupan dari mulai Masjid Al-Taufik sampai pertigaan," jelasnya.
Penutupan tersebut dilakukan karena adanya rangkaian kegiatan upacara penyambutan tamu undangan yang akan melintas di jalur tersebut.
Sementara itu, saat pelaksanaan upacara di Alun-alun Garut, Dishub memastikan tidak ada angkutan umum yang disterilkan sehingga operasional tetap berjalan normal dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
"Pada saat upacara di Alun-alun nanti, tidak ada angkutan umum yang disterilkan, jadi angkutan umum juga tidak terganggu," imbuhnya.
Selain itu, Dishub juga telah menyiapkan sejumlah titik parkir, termasuk di kawasan Jalan Ahmad Yani. Secara umum, pengaturan lalu lintas selama peringatan HJG ke-213 akan berlangsung seperti hari biasa tanpa perubahan signifikan.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.