- Oleh Redaksi
- 30, Mar 2026
SuaraGarut.id - Ribuan demonstran memadati berbagai lokasi di Amerika Serikat pada Sabtu (28/3/2026). Aksi ini, seperti ditulis The Daily Star, bertujuan memprotes Presiden Donald Trump, dengan meluapkan kemarahan atas apa yang mereka nilai sebagai gaya pemerintahan otoriter, kebijakan imigrasi garis keras, serta perang dengan Iran.
Associated Press melaporkan, gelombang demonstrasi bertajuk “No Kings” tersebut tidak hanya berlangsung di AS, tetapi juga meluas hingga Eropa. Ribuan orang turun ke jalan untuk menentang perang di Iran serta kebijakan Presiden Donald Trump, melansir dari CNN Indonesia.
Penyelenggara di AS menyebutkan bahwa dua gelombang awal aksi “No Kings” sebelumnya berhasil menarik lebih dari 5 juta peserta pada Juni dan 7 juta pada Oktober. Untuk aksi Sabtu ini, mereka menargetkan partisipasi hingga 9 juta orang, meski belum ada kepastian apakah angka tersebut tercapai.
Salah satu titik utama aksi berlangsung di halaman Gedung Capitol di St. Paul, Minnesota. Acara ini menghadirkan musisi legendaris Bruce Springsteen sebagai penampil utama. Sebelum ia naik ke panggung, panitia memutar video dari aktor kawakan Robert De Niro yang menyampaikan kritiknya terhadap Trump.
Dalam video tersebut, De Niro mengatakan bahwa ia bangun setiap pagi dengan perasaan depresi karena Trump, tetapi merasa lebih bahagia pada hari Sabtu karena jutaan orang berdemonstrasi.
Menurut Ezra Levin, salah satu direktur eksekutif organisasi Indivisible yang memimpin aksi, demonstrasi juga digelar di lebih dari selusin negara lain.
Di Roma, ribuan orang berpawai sambil meneriakkan slogan yang ditujukan kepada Perdana Menteri Giorgia Meloni. Pemerintahan konservatifnya tengah menjadi sorotan setelah mengalami kegagalan besar dalam referendum untuk merampingkan sistem peradilan Italia pekan ini. Para pengunjuk rasa juga membawa spanduk yang mengecam serangan Israel dan AS terhadap Iran.
Sementara itu di London, demonstran membentangkan spanduk bertuliskan “Hentikan sayap kanan ekstrem” dan “Lawan rasisme.”
Di Paris, beberapa ratus orang—sebagian besar warga Amerika yang tinggal di Prancis—bersama serikat pekerja dan organisasi hak asasi manusia berkumpul di Bastille untuk menyuarakan protes serupa.
“Saya memprotes semua perang ilegal, tidak bermoral, sembrono, dan tidak becus yang dilancarkan Trump,” kata penyelenggara Ada Shen.
Belum ada komentar.