Beranda Bupati Garut Dorong Kolaborasi Jaga Lingkungan, SPP Dinilai Jadi Contoh Pengelolaan Lahan

Bupati Garut Dorong Kolaborasi Jaga Lingkungan, SPP Dinilai Jadi Contoh Pengelolaan Lahan

Oleh, Redaksi
1 minggu yang lalu - waktu baca 4 menit
Bupati Garut Ajak SPP dan Masyarakat Jaga Kelestarian Alam secara Kolaboratif

SuaraGarut.id - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Garut. Hal tersebut disampaikan Bupati saat membahas pengelolaan lahan bersama Serikat Petani Pasundan (SPP) sebagai respons atas sejumlah potensi bencana alam di wilayah Garut.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengungkapkan bahwa komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Garut dan SPP sebenarnya telah terjalin sejak beberapa waktu lalu, khususnya berkaitan dengan pemanfaatan lahan dan upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

“Begini, kami sebenarnya beberapa saat yang lalu sudah ada komunikasi dengan SPP terkait dengan banyak hal,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Ia menjelaskan, perhatian pemerintah daerah semakin menguat setelah terjadinya bencana di wilayah Cisarua. Dari hasil pemetaan yang dilakukan, ditemukan bahwa banyak pihak telah memanfaatkan lahan di sejumlah lokasi, sehingga diperlukan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga alam.

“Kemarin juga dipicu dengan bencana yang ada di Cisarua, kami kemarin sempat kumpulkan juga beberapa .. jadi selama ini banyak stakeholder yang selama sudah memanfaatkan lahan yang ada,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, Pemkab Garut mengundang SPP karena dinilai telah berperan dalam pemanfaatan lahan yang disertai dengan upaya pelestarian lingkungan.

“Tadi idennya, kami mengundang sebagai awal dulu kami undang SPP, yang ternyata di beberapa lokasi sudah ikut serta memanfaatkan dan juga ikut menjaga lingkungan,” lanjut Bupati.

Menurutnya, prinsip utama yang ingin dibangun adalah tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam, tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan demi kepentingan ekonomi semata.

“Intinya kami ingin samasama lah, tanggung jawab untuk menjaga alam kita,” katanya.

Bupati menilai, terdapat berbagai perspektif positif dari praktik yang telah dilakukan SPP, bahkan dapat dijadikan contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Garut.

“Jadi ada berbagai perspektif yang menarik yang juga bisa dijadikan contoh ditempat lain,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa perhatian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

“Ini adalah atensi kami bahwa ke depan mengajak semua masyarakat untuk bisa bersama menjaga kelestarian alam kita,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan agar aktivitas ekonomi tidak menjadi alasan untuk merusak lingkungan, mengingat terdapat sejumlah lokasi di Garut yang sudah masuk kategori rawan bencana.

“Kita sampaikan manfaat atas hal itu. Jangan sampai atas nama ekonomi kita mengganggu kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Ke depan, Pemkab Garut berencana melibatkan lebih banyak pihak dalam diskusi dan pembelajaran, termasuk mengambil pelajaran dari kejadian di daerah lain.

“Kedepan kita akan undang lagi beberapa pihak lain terutama kita belajar dari pengalaman di bandung barat. Kita gamau terjadi di Garut,” katanya.

Ia menambahkan, kehati-hatian menjadi hal mutlak mengingat telah ada beberapa lokasi yang dikhawatirkan berpotensi menimbulkan bencana.

“Kita harus hati2. Sudah ada lokasi yang kita khawatir terjadi bencana,” sambungnya.

Bupati Garut pun mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan SPP, karena dilakukan atas dasar kesadaran dan tanpa paksaan.

“Yang dilakukan SPP bisa dijadikan contoh dan itu kesadaran sendiri tidak ada pemaksaan. Kita apresiasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Petani Pasundan (SPP) Yudi Kurnia menyampaikan bahwa terdapat kesamaan visi antara SPP dan Pemerintah Kabupaten Garut dalam pengelolaan tanah yang berkelanjutan.

“Tadi ternyata ada kesamaan visi SPP dengan Pemkab dimana ada penataan di masyarakat dalam pengelolaan tanah khususnya dalam hal melaksanakan tiga fungsi tanah yaitu fungsi ekologis, ekonomi dan sosial,” ujar Yudi.

Ia menjelaskan, pengelolaan tanah yang baik memungkinkan masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa harus melakukan urbanisasi ke perkotaan.

“dmana masyarakat tidak perlu urbanisasi lagi ke kota tetapi dengan hidup di pedesaan dengan mengelola tanah yang ada tetapi bisa meningkatkan kesejahteraannya,” jelasnya.

Menurut Yudi, praktik yang telah dilakukan SPP membuktikan bahwa pemulihan lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.

“jadi pak bupati yang tadinya khawatir terhadap kami atas kerusakan lingkungan tapi kita sudah ternyata bukan hanya rencana tapi kita sudah melakukan pemulihan lingkungan dan bisa dibandingkan lokasi tersebut yang bisa digarap oleh masyarakat dan sesudah di garap oleh masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perubahan yang terjadi sangat signifikan, baik dari sisi ekologis, ekonomi, maupun sosial masyarakat.

“Baik secara ekologis, ekonomi masyarakat dan kehidupan sosialnya itu sangat jauh berbeda,” ujarnya.

Yudi pun menyambut baik rencana Bupati Garut untuk meninjau langsung kondisi di lapangan.

“Dan pak bupati ingin mengecek ke lapangan, saya tantang silahkan cek ke lapangan untuk melihatnya langsung,” tutup Yudi.***

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.