91 Tahun Pengabdian, Rotinsulu Garut Perkuat Layanan Paru dan Dukung Eliminasi TBC
SuaraGarut.id – Klinik Utama Rotinsulu Garut memperingati 91 tahun pengabdian dengan menggelar kegiatan sosial sekaligus memperkuat komitmen peningkatan layanan kesehatan paru di daerah dengan beban kasus tinggi. Momentum ini menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan yang dilakukan Rumah Sakit Paru Rotinsulu, termasuk di Kabupaten Garut.
Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian Rumah Sakit Paru Rotinsulu, Dr. dr. Andi Basuki Prima Birawa, Sp.S(K)., M.A.R.S, menjelaskan bahwa jejaring layanan Rotinsulu saat ini telah mencakup sejumlah wilayah, seperti Garut, Cianjur, dan Cibadak. Cabang Garut sendiri menunjukkan perkembangan signifikan sejak bergabung pada 2023.
Ia menyampaikan bahwa angka kasus penyakit paru, terutama tuberkulosis (TBC), di Jawa Barat masih tergolong tinggi. Indonesia bahkan masih menempati peringkat atas dunia dalam jumlah kasus TBC. Kondisi tersebut menjadikan penguatan fasilitas layanan paru di daerah sebagai langkah strategis untuk mendukung program nasional pemberantasan TBC.
Di Garut, jumlah kunjungan pasien mencapai sekitar 150 orang per hari, dengan mayoritas merupakan peserta BPJS Kesehatan. Seluruh layanan, termasuk pengobatan TBC, dapat diakses melalui skema pembiayaan tersebut.
“Kebutuhan layanan perawatan TBC di Garut masih tinggi. Ini menjadi potensi sekaligus tanggung jawab kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan,” ujar Andi.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengapresiasi kontribusi Rotinsulu dalam memperkuat sistem layanan kesehatan paru di daerah. Ia menilai kehadiran rumah sakit paru tersebut menjadi bagian penting dalam sistem rujukan dan penanganan TBC di Kabupaten Garut.
“Kami menyambut baik penguatan layanan RS Rotinsulu di Garut. Penyakit TBC masih menjadi tantangan serius, sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan rujukan seperti Rotinsulu. Pemerintah Kabupaten Garut siap mendukung peningkatan layanan demi kesehatan masyarakat,” ujar Syakur.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi serta deteksi dini sebagai kunci efektivitas pemberantasan TBC. Menurutnya, keberadaan rumah sakit dengan kompetensi khusus paru di Garut akan mempercepat penanganan kasus sekaligus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli, unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta puluhan warga masyarakat.
Mengusung tema sembilan dekade pengabdian, Rotinsulu Garut menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi dan memperluas akses layanan kesehatan paru, sejalan dengan agenda nasional eliminasi TBC.***
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.