Beranda Program Eliminasi Penyakit, 306 Warga Garut Terdeteksi HIV/AIDS Sepanjang 2025

Program Eliminasi Penyakit, 306 Warga Garut Terdeteksi HIV/AIDS Sepanjang 2025

Oleh, Redaksi
1 bulan yang lalu - waktu baca 2 menit
Ilustrasi/Dinkes Garut Temukan 306 Kasus HIV dari Puluhan Ribu Tes, Perkuat Strategi Pencegahan/Freepic

SuaraGarut.id - Hasil penjaringan melalui Program Eliminasi Penyakit HIV/AIDS, hepatitis, dan sifilis yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut hingga Desember 2025 menunjukkan adanya 306 orang terpapar HIV/AIDS. Temuan tersebut diperoleh dari 67.571 warga yang menjalani tes skrining di berbagai fasilitas kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Garut, Asep Surachman, menyampaikan bahwa jumlah tes skrining masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun seiring pelaksanaan pemeriksaan di puskesmas dan klinik.

"Tes screening dlakukan dengan alat rapid tes kepada populasi beresiko seperti ibu hamil, baik puskesmas atau diklinik tertentu," katanya di Garut, Sabtu (20/12/2025).

Ia menjelaskan, upaya penemuan kasus menjadi bagian penting dari strategi pengendalian HIV/AIDS yang hingga kini belum memiliki obat penyembuh.

"Kami berupaya untuk menemukan kasus hiv/aids ini sebanyak mungkin sebagai salah satu bagian dari strategi, smakin banyak ditemukan maka akan smakin baik untuk pencegahannya, apabila ada yang terpapar maka akan segera diobati," tuturnya.

Menurut Asep, pengobatan bagi orang yang terpapar HIV bertujuan untuk menekan risiko penularan lebih luas di masyarakat.

"Sedikitnya ada 20 puskesmas yang memberikan pelayanan terhadap orang yang terpapar hiv/aids tersebut," katanya.

Ia menambahkan, pemantauan terhadap pasien HIV/AIDS dilakukan secara ketat dan berkelanjutan melalui pengobatan intensif yang melibatkan berbagai pihak.

"Dengan dibantu oleh komunitas atau lembaga peduli hiv/aids seperti KPA, kami bersinergi melakukan pemantauan secara intensif," katanya.

Untuk tahun 2025, Asep memastikan tidak ada kasus kematian akibat HIV/AIDS di Kabupaten Garut.

"Hal ini berkat sosialisasi dan pencegahan masih yang dilakukan oleh tim kami khususnya dipuskesmas puskesmas di Garut," ujarnya.***

Sumber RRI

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.