Pemkab Garut Dorong SPPG Gunakan Bahan Baku Lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis
SuaraGarut.id – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat Kabupaten Garut yang digelar di Ruang Rapat Setda, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (11/3/2026).
Dalam rapat tersebut, Bupati menegaskan bahwa program MBG merupakan program strategis nasional yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kesehatan anak, tetapi juga harus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat serta membuka peluang penyerapan tenaga kerja di daerah.
Saat ini, di Kabupaten Garut telah beroperasi sebanyak 425 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bupati meyakini keberadaan SPPG akan memberikan kontribusi besar dalam memperbaiki status gizi generasi muda di wilayah tersebut.
Meski secara operasional program berjalan baik dari sisi pemenuhan gizi, Bupati menyoroti adanya sejumlah keluhan terkait pemenuhan bahan baku SPPG yang dinilai masih banyak berasal dari luar daerah, bukan dari petani atau pedagang lokal.
"Ini yang menurut saya belum begitu baik. Masih banyak keluhan bahwa SPPG mengambil bahan bakunya bukan dari masyarakat sekitar, melainkan dari ditempat lain. Saya paham ada pertimbangan efisiensi, lebih mudah mengambil dari tempat lain. Namun hal ini harus segera ditangani jangan sampai dibiarkan karena akan menjadi hal-hal yang bisa berdampak di kemudian hari," tegas Bupati.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Garut berencana mengatur rantai pasok agar SPPG dapat lebih memprioritaskan penggunaan komoditas lokal. Langkah ini diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi di masyarakat sekaligus memastikan manfaat program nasional tersebut dirasakan secara langsung oleh warga Garut.
Selain itu, Bupati juga menginstruksikan agar komunikasi antara Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG dan berbagai dinas terkait diperkuat guna mendukung kelancaran program di lapangan.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam koordinasi tersebut di antaranya peran Dinas Kesehatan untuk memastikan standar gizi dan kelayakan makanan tetap terjaga, keterlibatan Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan sampah dari aktivitas SPPG, serta penyediaan layanan aduan atau hotline khusus bagi masyarakat dan pelaksana program.
"Ini adalah tanggung jawab kita bersama, karena begitu ini juga akan menyangkut warga Garut. Saya mengajak semua pihak untuk dapat menyukseskan program MBG ini agar bisa memberikan dampak yang positif terhadap kondisi sosial, ekonomi, kesehatan dan pemerataan pembangunan," pungkasnya.***
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.