Nyi Hyang Sukma Ayu Pukau Tamu Undangan di Puncak Peringatan HJG ke-213 Garut
SuaraGarut.id – Sosok penari tradisional Nyi Hyang Sukma Ayu Putri dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 Tahun 2026. Penampilannya yang anggun dan sarat makna budaya sukses memukau tamu undangan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut yang digelar di Gedung DPRD Garut, Rabu (18/2/2026).
Dengan balutan busana adat Sunda bernuansa klasik, lengkap dengan siger dan riasan tradisional yang menawan, Nyi Hyang Sukma Ayu menghadirkan tarian pembuka yang menggambarkan filosofi “Gumiwang, Tanjeur, Dangiang” — tema besar HJG tahun ini.
Gerakannya yang lembut namun tegas mencerminkan makna Gumiwang (bercahaya), simbol harapan agar Garut terus bersinar dalam pembangunan. Ketegasan sikap dan pola lantai yang kokoh merepresentasikan Tanjeur (teguh), sedangkan ekspresi penuh wibawa menggambarkan Dangiang, yakni martabat dan nilai luhur masyarakat Garut.
Penampilan tersebut bukan sekadar hiburan seremonial, melainkan simbol penghormatan terhadap sejarah dan leluhur Garut. Setiap gerakan tarian membawa pesan tentang pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Sejumlah tamu undangan, termasuk jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat, tampak memberikan apresiasi atas pertunjukan yang dinilai mampu menghidupkan suasana sakral sekaligus membangkitkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah.
Keberadaan Nyi Hyang Sukma Ayu dalam upacara ini mempertegas bahwa seni dan budaya tetap menjadi ruh dalam setiap momentum penting daerah. Peringatan HJG ke-213 tidak hanya diisi dengan pidato dan refleksi pembangunan, tetapi juga dirayakan melalui ekspresi seni yang memperkaya makna perayaan.
Di usia yang ke-213 tahun, Garut menunjukkan bahwa kemajuan dan pembangunan tidak harus meninggalkan akar tradisi. Melalui tarian yang dibawakan Nyi Hyang Sukma Ayu, pesan tersebut tersampaikan dengan indah: bahwa budaya adalah identitas, dan identitas adalah kekuatan.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.