Lewat Program STOP KABUR, DPPKBPPPA Garut Edukasi Pelajar tentang Risiko Pernikahan Dini


[Fot bersama/Bangun Ketahanan Keluarga, DPPKBPPPA Garut Edukasi Parenting dan Bela Negara di Limbangan]

SuaraGarut.id – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut menggelar kegiatan diseminasi parenting dan bela negara bagi siswa SMPN 1 Limbangan dan SMK KBU di Kecamatan Balubur Limbangan, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, serta terhindar dari berbagai risiko sosial.

Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Yayan Waryana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana sosialisasi program STOP KABUR (Strategi Terpadu Optimalisasi Pencegahan Kawin di Bawah Umur).

Program ini bertujuan melindungi hak-hak anak sekaligus mencegah pernikahan dini yang dapat berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan ketahanan keluarga di masa depan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengingatkan bahwa parenting bukan hanya soal merawat anak, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” ujarnya didampingi Kabid Pemberdayaan Perempuan Iwa Kartiwa.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui pola asuh yang sehat dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.

Selain pencegahan pernikahan dini, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah dan pergaulan remaja, termasuk perundungan, kekerasan antar teman, penyalahgunaan gawai, serta perilaku menyimpang yang dapat merusak suasana belajar.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Karmilawati, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan materi dengan pendekatan interaktif kepada para siswa. Ia menekankan bahwa nilai bela negara tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga tentang menjaga kehormatan diri dan masa depan melalui sikap disiplin serta menjauhi perilaku negatif.

"Diseminasi ini dilaksanakan karena remaja adalah kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh sosial. Melalui strategi STOP KABUR, kita ingin memastikan para siswa memahami bahwa mengejar pendidikan dan kesiapan mental jauh lebih utama dibandingkan terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah di usia yang belum matang," ujar Dr. Karmilawati.

Melalui kegiatan ini, DPPKBPPPA berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan informasi positif di lingkungan sekitarnya, serta memiliki kesadaran untuk menghindari dan melaporkan segala bentuk kekerasan. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para siswa.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka