Insentif SPPG Rp6 Juta Dinilai Sejalan dengan Efisiensi Waktu dan Anggaran
SauraGarut.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa pemberian insentif dasar sebesar Rp6 juta per hari kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bukan bentuk pemborosan anggaran. Menurutnya, kebijakan tersebut justru efisien karena seluruh investasi dan risiko pembangunan ditanggung oleh mitra, bukan pemerintah.
Dadan menjelaskan insentif baru diberikan setelah mitra menyelesaikan pembangunan fasilitas menggunakan dana sendiri tanpa bersumber dari APBN.
"Pertimbangannya karena mitra ini sudah mengeluarkan dana investasi untuk membangun itu bukan dari dana APBN. Jadinya kami akan memberikan insentif ketika mereka sudah membangun," ujar Dadan dalam konferensi pers yang ditayangkan melalui akun Instagram resmi BGN, Sabtu (28/2).
Ia menuturkan skema tersebut memindahkan seluruh risiko kepada mitra, mulai dari penyediaan lahan, perencanaan, konstruksi, pengadaan dan perawatan peralatan, hingga risiko operasional dan bencana alam. Dengan demikian, potensi kerugian tidak menjadi beban negara.
Dadan mencontohkan satu unit SPPG di Aceh yang baru rampung dibangun namun terdampak banjir. Kerusakan yang terjadi tetap menjadi tanggung jawab mitra. Ia juga menyebut ada SPPG lain yang mengalami kebakaran dan seluruh kerugian ditanggung pihak mitra.
"Jadi saya kira insentif ini menurut perhitungan kami sangat efisien," katanya.
Menurut Dadan, pembangunan oleh mitra dinilai lebih hemat dibandingkan jika dilakukan menggunakan APBN. Ia menyebut biaya sewa lahan dan konstruksi berpotensi lebih besar apabila dikerjakan pemerintah.
Selain itu, dari sisi waktu, pembangunan oleh mitra bisa diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan. Sementara jika menggunakan mekanisme APBN, prosesnya dapat memakan waktu paling cepat lima bulan karena harus melalui berbagai tahapan administratif, termasuk pengadaan konsultan, survei lahan, koordinasi lintas kementerian, hingga proses tender yang membutuhkan waktu minimal 45 hari.
"Efisiensi dari segi waktu ini hal yang luar biasa, yang sangat bernilai. Waktu adalah faktor yang berjalan searah dan tidak bisa diulang kembali. Jadi saya kira menghargai waktu ini sesuatu yang sangat penting. Dan oleh sebab itu Badan Gizi sebetulnya diuntungkan untuk hal tersebut," ujarnya.***
Sumber CNN Indonesia
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.