Beranda HJG ke-213, Bupati Garut Pimpin Upacara Adat dan Ziarah ke Makam Para Pendahulu

HJG ke-213, Bupati Garut Pimpin Upacara Adat dan Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Oleh, Redaksi
23 jam yang lalu - waktu baca 3 menit
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memimpin rangkaian Hari Jadi Garut ke-213/ Diskominfo Kab. Garut

SauraGarut.id – Peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 diisi dengan rangkaian kegiatan sarat makna sejarah dan budaya. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memimpin langsung prosesi Mapag Hurip Gumiwang Ci Garut, Napak Darma Lingga Buana, hingga ziarah ke makam para Bupati terdahulu, Kamis (12/2/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Adat Mapag Hurip Gumiwang Sumur Ci Garut yang digelar di SMPN 1 Garut. Lokasi tersebut memiliki nilai historis sebagai bagian dari fondasi awal berdirinya Kabupaten Garut.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Garut, Sekretaris Daerah Nurdin Yana, Ketua DPRD Aris Munandar, para Kepala SKPD, serta keluarga besar SMPN 1 Garut.

Dalam sambutannya, Bupati Garut menekankan pentingnya momentum peringatan hari jadi sebagai ruang refleksi sejarah dan penghormatan kepada para leluhur.

"Kita melaksanakan ini untuk mengingat kembali kepada masyarakat Kabupaten Garut tentang akan perjalanan awal pertama keberadaan Kabupaten Garut serta mengingat kembali apa yang sudah dilakukan oleh para leluhur kita. Membangun Garut harus benar-benar serius dan berharap kedepan semakin banyak perubahan yang terjadi di Kabupaten Garut," tegas Bupati.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menjelaskan bahwa Sumur Ci Garut merupakan salah satu penanda awal peradaban Garut.

"Sumur ini bukan hanya mata air melainkan sumber cerita, sumber kehidupan dan sumber pertama kali ngebangun peradaban di Kabupaten Garut. Serta proses ngarawat sumur ini merupakan wujud pengingat dan penghormatan kepada leluhur yang sudah menancapkan jejak sejarah di Kabupaten Garut," ungkap Beni.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan Napak Darma Lingga Buana di Titik Nol Garut, Jalan Kiansantang, yang menjadi simbol komitmen membangun daerah secara adil dan sejahtera. Menurut Beni, pelaksanaan dua upacara adat tersebut menjadi bagian sejarah baru dalam peringatan HJG ke-213.

"Semoga ini menjadi langkah awal yang mulia untuk menjaga dan menguatkan jati diri Garut agar tetap lestari dan mendatangkan keberkahan bagi kita semua," tutup Beni Yoga dalam laporannya.

Ziarah ke Makam Para Bupati Terdahulu

Sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendahulu, Pemerintah Kabupaten Garut juga melaksanakan ziarah ke sejumlah makam Bupati terdahulu di wilayah Garut Kota.

Ziarah diawali di TPU Cipeujeuh, Kelurahan Paminggir, tempat dimakamkannya Bupati Garut pertama, Raden Adipati Arya (RAA) Adiwidjaya yang menjabat pada periode 1813–1831.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sekarmaji, menjelaskan bahwa makam tersebut menjadi bukti sejarah peralihan pemerintahan dari Kabupaten Balubur Limbangan ke Kabupaten Garut.

"Beliau adalah putra sulung dari Dalem Sumedang, Pangeran Kornel. Selain makam RAA Adiwidjaya, di kompleks ini juga terdapat makam istri beliau, Raden Ajeng Situ Ningrum," ujar Aji.

Rangkaian ziarah dilanjutkan ke Kompleks Makam Keluarga Hoofd Panghoeloe R.H.M. Moesa di Jalan Kabupaten, Garut Kota. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut, Totong, menjelaskan bahwa kompleks tersebut menjadi tempat peristirahatan tokoh-tokoh penting Garut.

"Di lokasi ini, dimakamkan tokoh-tokoh besar. Diantara mereka ada yang menjadi wedana, Patih, Penghulu dan Bupati pada masa kolonial hingga kemerdekaan," ungkapnya.

Tercatat lima Bupati Garut yang dimakamkan di kompleks tersebut, yakni Raden Adipati Suryanatakusuma (Bupati ke-III), Raden Adipati Aria Wiratanudatar VII (ke-IV), Raden Adipati Aria Soeria Kartalegawa (ke-V), Raden Adipati Aria Moehammad Moesa Soeria Kartalegawa (ke-VI), serta Raden Gahara Wijaya Surya (ke-XIII).***

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.