Disparbud Garut Perluas Uji Coba E-Ticketing untuk Tekan Pungli di Destinasi Wisata
SuaraGarut.id – Kawasan wisata di Garut selatan menawarkan keindahan yang tak kalah menarik dibandingkan destinasi di wilayah Garut kota maupun Garut utara. Beragam pilihan wisata tersedia bagi wisatawan untuk mengisi waktu liburan, mulai dari pantai hingga pegunungan.
Sejumlah pantai di Garut selatan telah lama dikenal luas, di antaranya Pantai Santolo, Pantai Sayangheulang, Pantai Rancabuaya, serta pantai-pantai lainnya yang memiliki karakter alam khas pesisir selatan. Selain wisata pantai, Kabupaten Garut juga memiliki destinasi wisata alam pegunungan seperti Gunung Cikuray, Gunung Guntur, Gunung Sagara, hingga Gunung Papandayan.
Tidak hanya itu, wisata alam lain seperti curug dan leuwi juga menjadi alternatif pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke Garut. Namun, di tengah banyaknya potensi wisata tersebut, persoalan tiket masuk masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu terus dibenahi, terutama terkait praktik pungutan liar (pungli) dan premanisme yang kerap dikeluhkan wisatawan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut mulai menerapkan sistem tiket elektronik atau e-ticketing di sejumlah objek wisata.
Kepala Disparbud Garut, Beni Yoga, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap penerapan sistem tersebut. “Ya, kita sedang mengevaluasi terkait dengan kegiatan e-ticketing ya. Yang sudah berjalan satu di Bagendit, kedua di Cangkuang juga kan kita sudah mulai berlakukan,” ucapnya, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, uji coba e-ticketing dilakukan di objek wisata yang dikelola langsung oleh Disparbud, seperti Situ Bagendit dan objek wisata situ atau Candi Cangkuang di Kecamatan Leles.
Selain itu, pada tahun ini Disparbud Garut juga berencana memperluas uji coba e-ticketing ke kawasan wisata pantai selatan. “Nah, yang tahun ini kita coba di Sanghyang, kita juga mau coba e-ticketing nanti seperti apa, meskipun di beberapa titik nanti kita perlu konsolidasi begitu ya,” katanya.
Terkait Pantai Santolo yang hingga kini belum kembali memberlakukan tiket masuk pasca peristiwa libur Natal dan Tahun Baru lalu, Beni menyebut pihaknya masih melakukan evaluasi secara menyeluruh bersama UPT dan unsur terkait di lokasi tersebut.
Ia berharap ke depan dapat tercapai kesepahaman antara Disparbud dan pihak-pihak terkait mengenai penerapan e-ticketing. “Mudah-mudahan bisa ada kesepahaman sebelum bulan puasa dimulai begitu ya, karena menjelang musim libur panjang dan sebagainya,” ujarnya.
Penerapan e-ticketing ini, lanjut Beni, merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menata pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus mencegah praktik pungli dan premanisme yang selama ini dikhawatirkan wisatawan.
Ia pun menegaskan bahwa tujuan akhir dari kebijakan tersebut adalah peningkatan PAD Kabupaten Garut. “Tntu nanti outcome-nya adalah peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita gitu, targetnya itu. Mudah-mudahanlah kita berikhtiar, mudah-mudahan apa performa terkait dengan tiket dan PAD ini semakin baik ke depan,” pungkasnya.***
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.