Beranda 100 Jam Operasi “Epic Fury”, AS Diperkirakan Habiskan Lebih dari 5,8 Miliar Dolar

100 Jam Operasi “Epic Fury”, AS Diperkirakan Habiskan Lebih dari 5,8 Miliar Dolar

Oleh, Redaksi
2 jam yang lalu - waktu baca 3 menit
Operation Epic Fury habiskan miliaran dolar/anadolu

SuaraGarut.id - Operasi militer Amerika Serikat yang diberi nama “Operation Epic Fury” diperkirakan telah menelan biaya sekitar 5,82 miliar dolar AS hanya dalam 100 jam pertama sejak dimulai, berdasarkan kompilasi data yang dihimpun oleh Anadolu.

Nilai tersebut setara dengan sekitar 0,69 persen dari total anggaran pertahanan Amerika Serikat tahun 2026.

Perhitungan Anadolu menunjukkan bahwa dalam 24 jam pertama operasi, Amerika Serikat menghabiskan sekitar 779 juta dolar AS. Seiring berjalannya operasi, total biaya ofensif militer AS meningkat hingga sekitar 3,3 miliar dolar AS, sejalan dengan estimasi dari lembaga riset Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Selain biaya operasional, Amerika Serikat juga mengalami kerugian besar akibat serangan balasan Iran. Berdasarkan estimasi Anadolu, nilai kerugian aset militer AS sejauh ini mencapai sekitar 2,52 miliar dolar AS.

Kerugian terbesar berasal dari hancurnya sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar, yang bernilai sekitar 1,1 miliar dolar AS setelah terkena serangan rudal Iran. Pemerintah Qatar mengonfirmasi radar tersebut memang terkena serangan dan mengalami kerusakan.

Pada Minggu (2/3), tiga jet tempur F-15E Strike Eagle juga hilang akibat insiden tembakan “teman sendiri” oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Seluruh enam awak pesawat selamat, namun nilai penggantian tiga pesawat tersebut diperkirakan mencapai sekitar 282 juta dolar AS.

Pejabat Amerika Serikat yang berbicara kepada CBS News juga menyebutkan bahwa tiga drone pengintai dan serang MQ-9 Reaper milik Angkatan Udara AS telah ditembak jatuh dengan nilai kerugian sekitar 90 juta dolar AS.

Dalam serangan awal Iran pada Sabtu (1/3), markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, juga menjadi sasaran. Serangan tersebut menghancurkan dua terminal komunikasi satelit serta sejumlah bangunan besar lainnya.

Laporan intelijen sumber terbuka mengidentifikasi terminal komunikasi satelit yang dihancurkan sebagai tipe AN/GSC-52B, dengan estimasi biaya sekitar 20 juta dolar AS termasuk instalasi dan penempatan.

Citra satelit yang dianalisis oleh The New York Times juga menunjukkan tiga radome tambahan hancur di Camp Arifjan, Kuwait, dengan kerugian sekitar 30 juta dolar AS.

Selain itu, komponen radar AN/TPY-2 dari sistem pertahanan rudal balistik THAAD di Kota Industri Al-Ruwais, Uni Emirat Arab, dilaporkan hancur. Setiap radar tersebut diperkirakan bernilai sekitar 500 juta dolar AS. Laporan lain juga menyebut satu sistem serupa di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, kemungkinan ikut hancur.

Secara keseluruhan, kerusakan aset militer Amerika Serikat akibat serangan Iran diperkirakan mencapai sekitar 2,52 miliar dolar AS.

Sementara itu, analisis CSIS menyebut estimasi pengeluaran awal sebesar 779 juta dolar AS kemungkinan mencerminkan biaya operasi militer harian Amerika Serikat.

CSIS memperkirakan pengisian kembali persediaan amunisi yang digunakan dalam 100 jam pertama operasi akan menelan biaya sekitar 3,1 miliar dolar AS, dengan tambahan pengeluaran sekitar 758,1 juta dolar AS per hari jika operasi terus berlanjut.

Dua kapal induk AS, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, yang masih berada di kawasan bersama kapal perusak dan kapal tempur pesisirnya, diperkirakan menghabiskan sekitar 15 juta dolar AS per hari untuk operasional.

Selain itu, sistem pertahanan Amerika Serikat juga digunakan secara intensif untuk mencegat serangan Iran. Berdasarkan estimasi Payne Institute, militer AS telah menembakkan sekitar 180 pencegat rudal laut SM-2, SM-3, dan SM-6, sekitar 90 rudal Patriot PAC-2 dan PAC-3, serta 40 pencegat THAAD.

Sumber Anadolu

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.