- Oleh Redaksi
- 08, Mar 2026
SuaraGarut.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tasikmalaya memberikan penjelasan terkait sorotan publik atas pembelian lima unit kendaraan operasional senilai Rp1,43 miliar. Ketua Baznas Tasikmalaya, Eddy Abdul Somadi, menegaskan bahwa pengadaan kendaraan tersebut menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2023, bukan dana zakat umat.
“Pengadaan mobil operasional lembaga tidak menggunakan dana zakat, melainkan berasal dari dana hibah Pemprov Jabar tahun 2023. Semua dokumen seperti STNK dan BPKB tercatat atas nama lembaga,” jelas Eddy dalam keterangannya di Singaparna, Rabu, 21 Mei 2025.
Eddy menambahkan bahwa mobil-mobil tersebut adalah kendaraan operasional untuk mendukung berbagai kegiatan lembaga secara keseluruhan. Ia membantah tudingan bahwa kendaraan itu hanya digunakan oleh pimpinan Baznas saja.
“Jadi, itu kendaraan operasional yang dimanfaatkan untuk lembaga, bisa untuk layanan mustahik dan realisasi program-programnya, layanan muzaki, dan sejenisnya. Jadi tidak hanya untuk operasional pimpinan,” ujarnya.
Karena keterbatasan lahan parkir dan minimnya personel pengamanan di kantor Baznas, sebagian kendaraan dititipkan di rumah pimpinan yang ditunjuk. Namun, semua biaya operasional seperti penggantian oli dan pajak ditanggung pribadi oleh pimpinan, bukan dari anggaran Baznas.
“Di kantor Baznas tidak tersedia petugas khusus yang berjaga bergiliran, sehingga tanggung jawab pengamanan berada langsung di bawah pimpinan yang ditunjuk,” tambah Eddy.
Baznas Kabupaten Tasikmalaya menerima hibah sebesar Rp4,4 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2023, yang digunakan untuk program kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat, antara lain:
Insentif guru madrasah diniyah: Rp1,65 miliar untuk 3.300 orang
Bantuan guru ngaji binaan Baznas: Rp261,3 juta untuk 871 orang
Pelatihan guru ngaji: Rp194 juta untuk 39 kegiatan di berbagai kecamatan
Santunan lansia: Rp314 juta untuk 1.256 orang
Modal usaha perorangan UMKM: Rp351 juta untuk 351 penerima
Pelatihan pemberdayaan ekonomi: Rp194 juta di 39 kecamatan
Pembelian lima unit kendaraan operasional: Rp1,43 miliar
Kelima unit mobil yang dibeli meliputi:
New Xpander Cross Prem CVT – Rp327,88 juta
Toyota Rush S 1.500 A/T GR Sport – Rp280 juta
Veloz 1.5 Q CVT Premium Color – Rp285,65 juta
Veloz 1.5 CVT – Rp285,65 juta
Honda All New WR-V E MT – Rp254,32 juta
Menurut Eddy, kendaraan operasional ini penting untuk memperlancar kegiatan Baznas, seperti mobilisasi tim ke pelosok daerah, pengantaran bantuan, layanan sosial kepada mustahik, serta mendukung kegiatan dakwah dan edukasi zakat.
Sebelumnya, Baznas telah memiliki satu unit ambulans gratis dan dua unit mobil umum untuk kebutuhan layanan sosial.***
Sumber Pikiran Rakyat
Belum ada komentar.