Garut

Lansia Duafa di Tarogong Kaler Hidup di Rumah Hampir Ambruk, Yuda Puja Minta Penanganan Segera

Lansia Duafa di Tarogong Kaler Hidup di Rumah Hampir Ambruk, Yuda Puja Minta Penanganan Segera
Yuda Puja Turnawan temui Lansia Duafa Rawat Anak Disabilitas di Rumah Nyaris Ambruk di Tarogong Kaler

SuaraGarut.id – Sepasang lansia duafa yang merawat anak penyandang disabilitas mental hidup dalam kondisi memprihatinkan di Kampung Cileungsing RT 01 RW 11 Desa Pasawahan Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut.

Pasangan lansia tersebut bernama Abah Ajat dan Emak Rohaeti. Mereka tinggal bersama anaknya Pipit Nurhasanah yang merupakan penyandang disabilitas mental. Kondisi rumah yang mereka tempati sudah tidak layak huni dengan atap yang nyaris ambruk dan hanya ditopang oleh beberapa kayu penyangga di sudut rumah.

Kondisi keluarga tersebut diketahui setelah Anggota DPRD Kabupaten Garut Yuda Puja Turnawan menerima pesan WhatsApp dari seorang warga bernama Ibu Irah pada Senin (16/3/2026). Saat itu ia sedang mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD tingkat Kabupaten Garut.

Setelah kegiatan Musrenbang selesai, ia langsung bergegas meninjau rumah tersebut bersama Sekretaris Desa Pasawahan Rista, perangkat desa Pasawahan Asep, serta kader PDI Perjuangan Kecamatan Tarogong Kaler Eddy Suherman.

Dalam pertemuan tersebut, Emak Rohaeti menyampaikan keluh kesahnya mengenai kondisi rumah yang setiap saat berpotensi roboh.

Emak Rohaeti mengaku tidak pernah tidur nyenyak karena selalu dihantui kekhawatiran atap rumah bisa ambruk sewaktu-waktu.

Melihat kondisi tersebut, Yuda berharap Pemerintah Kabupaten Garut dapat memprioritaskan bantuan bagi keluarga lansia duafa tersebut, terlebih mereka juga merawat seorang anak penyandang disabilitas mental yang membutuhkan perhatian khusus.

Ia juga mendorong pemerintah daerah segera membentuk forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) agar dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari berbagai badan usaha besar yang beroperasi di Kabupaten Garut dapat diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, ia berharap BAZNAS Kabupaten Garut dapat meninjau langsung kondisi keluarga tersebut dan memberikan bantuan bagi Abah Ajat dan Emak Rohaeti.

Harapan lain juga disampaikan agar Sentra Terpadu Pangudi Luhur dapat melakukan asesmen dan merekomendasikan kepada Direktorat Jaminan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia agar keluarga lansia duafa tersebut mendapatkan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu dari Kementerian Sosial.

Jika Anda mau, saya juga bisa membuatkan versi judul yang lebih kuat untuk media online (model klik berita) agar isu kemiskinan lansia dan disabilitas ini lebih menarik perhatian pembaca.***

Tags: -

0 Komentar :

Belum ada komentar.